Eksistensi Keluarga Cendana Dibalik Kisruh Partai Golkar

Konflik Partai Golkar tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda berakhir. Bahkan perseteruan antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono kian sengit.

Berlarut-larutnya kisruh di internal partai berlambang pohon beringin itu pun memancing reaksi keluarga Cendana, sebutan bagi keluarga mantan Presiden Soeharto yang tinggal di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat.

Setidaknya hal itu ditunjukkan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Melalui akun Twitternya, putra mendiang Soeharto itu kerap mengkritisi konflik Partai Golkar.

Tidak lama kemudian, Ical Cs memenuhi undangan Siti Hediati Heriyadi atau Titiek Soeharto dan Tommy Soeharto. Bahkan dalam pertemuan itu, Tommy memberikan saran kepada Ical mengenai konflik Golkar.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf meyakini meskipun tidak sekuat ketika Orde Baru, keluarga Cendana kemungkinan masih memiliki pengaruh.

Sebagai keluarga dari pendiri partai yang berkuasa selama 32 tahun, kata dia, bukan hal mustahil apabila Cendana masih memiliki loyalis.

“Saya yakin masih ada, cuma tidak eksplisit (terlihat) dan tidak terorganisasi seperti dahulu,” ujar Asep kepada, Jumat (24/4/2015).

Menurut dia, loyalis Golkar era Soeharto adalah kalangan di atas usia 50 tahun yang mungkin masih didengar pendapatnya. Selain kalangan partai, loyalis lainnya berasal dari kalangan purnawirawan TNI.

Kendati pengaruhnya tidak sekuat dahulu, kata dia, keluarga Cendana diyakini memiliki kekuatan dari sisi finansial. Kekuatan itu bisa menjadi pengaruh keluarga Cendana dan menjadi nilai tersendiri bagi Golkar.

Asep menilai sebenarnya isyarat keluarga Cendana ke panggung politik terlihat dari kemunculan Titiek Soeharto dalam kancah politik saat ini. Selain lolos menjadi anggota DPR, Titiek juga aktif di Golkar. “Titiek menjadi jembatan (komunikasi) antara keluarga Cendana dengan Golkar,” katanya.

Dia pun tidak heran apabila keluarga Cendana kembali eksis dalam panggung politik, khususnya di Golkar. Sebab bagaimanapun keluarga Cendana membutuhkan Golkar untuk menjaga kepentingannya.

Sumber: Intelejen

No comments

Powered by Blogger.